Kamis, 06 April 2017

Kuat Dengan Kekuatan Iman



Warisan Dipelihara Oleh Iman
           
            Dalam ayat lima dijelaskan kepada kita bahwa setelah kita percaya kepada Yesus, kita tidak langsung menerima warisan yang Yesus janjikan kepada kita. Warisan itu baru kita terima pada waktu kita masuk dalam kemuliaan Allah di akhir zaman. Sementara ini kita masih berada di dunia yang digambarkan sebagai orang-orang yang berda di perantaun.
            Selama kita berada di dunia (menjalani masa perantauan), warisan milik kita dipelihara, disimpan, dijaga pleh Allah, sesuai iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus. Dalam arti:
a.       Apabila kita sanggup menjaga iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus selama kita hidup didunia ini, maka warisan yang menjadi hak kita di terpelihara di surga.
b.       Tetapi kalau kita tidak sanggup menjaga iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus selama kita hidup di dunia ini, maka kita akan kehilangan warisan yang telah dijanjikan Allah bagi kita.

Tidak heran kalau Rasul Paulus menyampaikan berbagai nasihat kepada pengikut kristus sebagai berikut:
a.       I Korintus 16:13 “Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki dan tetap kuat!”.
Rasul paulus berharap agar setiap orang yang telah percaya kepada Yesus Kristus dan memiliki warisan yang tersimpan dalam kerajaan sorga, jangan sampai lengah, tetapi berjaga-jaga, supaya iman kita tetap teguh walau berbagai masalah yang harus kita hadapi selama kita hidup di dunia ini. Bersikaplah sebagai laki-laki, artinya tidak cengeng (gampang lemah) karena berbagai persoalan yang harus kita hadapi di dunia ini.
b.      Filipi 2:12 “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir”.
Rasul paulus juga berharap agar setiap orang telah percaya kepada Yesus mau secara terus menerus mengerjakan keselamatan dengan cara memelihara iman dengan rasa takut dan gentar, artinya jangan sampai meremehkan warisan yang menjadi hak kita.

Cara Mempertahankan Iman
1.      Efesus 6:10-18
Gunakan selalu perlengkapan  senjata Allah dalam aktifitas kita sehari-hari, khususnya ayat 16, yaitu perisai iman. Banyak senjata yang iblis gunakan untuk membuat iman kita gugur, tetapi dengan perisai iman yang terus-menerus kita aktifkan, maka iblis tidak akan pernah sanggup menggugurkan iman kita apalagi merampasnya. II Samuel 1:17-27, merupakan rangkaian nyanyian Daud tentang pahlawan Israel yang gugur dalam peperangan. Salah satu dari sekian banyak pahlawan yang diratapi Daud adalah Saul, ayat 21. Dari ratapan Daud tentang Saul ini, kita dapat pelajari bahwa salah satu sebab mengapa Saul gugur dalam Iman, adalah karena ia tidak mengaktifkan “perisai imannya”. Iman yang digambarkan dengan perisai itu harus diaktifkan dengan melumuri dengan minyak. Tetapi saul tidak melakukan hal ini, sehingga iapun harus gugur dan mati dengan kehilangan iman kepada Allah.
2.      II Korintus 4:16,17,18
Selama kita hidup di dunia sebagai perantauan, banyak hal bisa membuat kita menjadi tawar hati. Tawar hati, pada akhrisnya menyebabkan seseorang kehilangan iman.
      Bebarapa hal yang dapat membuat tawar hati antara lain:
a.       Manusia lahiriah merosot (ayat16)
Tidak sedikit anak Tuhan yang karna fisiknya merosot, apakah itu karna penyakit atau berbagai persoalan hidup yang lainnya, pada akhirnya orang tersebut sampai mengorbankan bahkan menjual imanya.
b.      Penderitaan (ayat 17)
Tidak dapat disangkal bahwa hidup ini tidak dapat dipisahkan penderitaan yang di timbulkan oleh dunia. Setiap orang pasti menghadapi permasalahan. Masalah anak/isteri, usaha/pekerjaan. Belum lagi menghadapi godaan, cobaan, ujian, tantangan, bahkan 1001 problema. Hendaknya hal tersebut jangan sampai merampas iman kita kepada Yesus Kristus.
c.       Hal yang kelihatan (ayat18)
Yang dimaksud dengan hal-hal yang kelihatan tidak lain adalah harta dunia. Selama kita hidup didunia, kita membutuhkan harta dunia, kita membutuhkan harta dunia, sebagai factor penunjang selama kita hidup di dunia ini. Harta dunia bukanlah tujuan hidup, tetapi tujuan hidup kita adalah sesuatu yang untuk sakarang ini tidak dapat kita lihat, yaitu “warisan”. Tetapi sangat disayangkan, tidak sedikit orang yang telah kehilangan warisan hidup kekal yang tidak keliahatan itu, hanya karena memburu yang kelihatan, yaitu kemewahan harta dunia dan kesenangannya.   
3.      I Timotius 1:19, 20
Untuk menjadi orang yang memiliki warisan yang dijanjikan Allah, langkah pertama yang harus di tempuhnya adalah percaya (iman) kepada Yesus Kristus. Tetapi mempertahankan iman agar tidak kandas, bukanlah hal yang muda. Dalam hal ini, Rasul Paulus menceritakan tentang beberapa oanggota jemaat yang dilayani imanya telah kandas, yaitu Hemeneus dan Aleksander.
·         Mereka adalah orang-orang yang telah percaya kepada Yesus.
·         Di dalam diri merka ada pengharapan untuk menerima warisan yang di berikan Allah.
Tetapi sangat disayangkan, dalam perjalanan keKristenannya, Himeneus dan Aleksander telah “kandas imannya”. Orang yang imannya kandas, sudah barang tentu akan kehilangan warisan, sebab warisan yang dijanjikan Allah, dipelihara Allah berdasarkan iman kita. Kalau kita kuat dan teguh dalam iman sampai akhir, kita berhak menerima warisan. Apakah yang dilakukan oleh Himeneus dan Aleksander, sehingga dalam ayat 20 Paulus menyebut mereka sebagai orang yang menghujat dan perlu diserahkan kepada iblis? Kita dapat hubungkan dengan beberapa ayat yang juga ditulis oelh rasul Paulus tentang orangt-orang yang diserahkan kepada iblis dan melakukan perbuatan tercela dikategorikan sebagai orang yang murtad.
a.       I Korintus 5:5
Ada anggota jemaat di Korintus yang melakukan perbuatan tercela, yaitu hidup bersama dengan isteri ayahnya (ibu tirinya), ayat 1. Tindakan yang harus dilakukan kepada orang seperti itu adalah diserahkan kepada iblis dan dikeluarkan dari keanggotaan jemaat. Karena perbuatan dan dosa yang dilakukan orang tersebut seperti ragi yang akan menjalar kepada yang lainnya.
b.      I Timotius 4:1
Di akhir zama, ada anggota jemaat yang menjadi murtad dan mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan. Ada kemungkinan Himeneus dan Aleksander melakukan dosa yang sama sehingga ia tidak segan melakukan tindakan penghujatan. Sebab Roh kudus tidak akan pernah menginspirasikan seseorang untuk menghujat Yesus Kristus, sebaliknya, iblislah yang mendorong seseorang untuk menghujat, I Korintus 12:3.

Kesimpulan
            Agar kita tidak sampai kehilangan warisan hidup yang kekal yang telah Allah sediakan bagi kita, tidak ada jalan lain bagi kita untuk memelihara, apabila kita secara terus-menerus membuka hati terhadap Firman Allah, sebab Firman Allah yang kita dengar akan membangkitkan iman, Roma 10:7. Selain itu kita harus di penuhi oleh Roh Kudus, sebab Roh Kudus tidak akan pernah menginspirasikan yang jelek tentang Kristus didalam diri kita, sebaliknya Roh Kudus akan membangkitkan iman kita secara terus-menerus kepada Yesus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar