Warisan
Dipelihara Oleh Iman
Dalam ayat lima dijelaskan kepada
kita bahwa setelah kita percaya kepada Yesus, kita tidak langsung menerima
warisan yang Yesus janjikan kepada kita. Warisan itu baru kita terima pada
waktu kita masuk dalam kemuliaan Allah di akhir zaman. Sementara ini kita masih
berada di dunia yang digambarkan sebagai orang-orang yang berda di perantaun.
Selama kita berada di dunia
(menjalani masa perantauan), warisan milik kita dipelihara, disimpan, dijaga
pleh Allah, sesuai iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus. Dalam arti:
a. Apabila
kita sanggup menjaga iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus selama kita hidup
didunia ini, maka warisan yang menjadi hak kita di terpelihara di surga.
b. Tetapi kalau kita tidak sanggup menjaga iman
kita kepada Tuhan Yesus Kristus selama kita hidup di dunia ini, maka kita akan
kehilangan warisan yang telah dijanjikan Allah bagi kita.
Tidak
heran kalau Rasul Paulus menyampaikan berbagai nasihat kepada pengikut kristus
sebagai berikut:
a. I
Korintus 16:13 “Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman!
Bersikaplah sebagai laki-laki dan tetap kuat!”.
Rasul
paulus berharap agar setiap orang yang telah percaya kepada Yesus Kristus dan
memiliki warisan yang tersimpan dalam kerajaan sorga, jangan sampai lengah,
tetapi berjaga-jaga, supaya iman kita tetap teguh walau berbagai masalah yang
harus kita hadapi selama kita hidup di dunia ini. Bersikaplah sebagai
laki-laki, artinya tidak cengeng (gampang lemah) karena berbagai persoalan yang
harus kita hadapi di dunia ini.
b. Filipi
2:12 “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu
tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti
waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir”.
Rasul
paulus juga berharap agar setiap orang telah percaya kepada Yesus mau secara
terus menerus mengerjakan keselamatan dengan cara memelihara iman dengan rasa
takut dan gentar, artinya jangan sampai meremehkan warisan yang menjadi hak
kita.
Cara
Mempertahankan Iman
1. Efesus
6:10-18
Gunakan selalu
perlengkapan senjata Allah dalam
aktifitas kita sehari-hari, khususnya ayat 16, yaitu perisai iman. Banyak
senjata yang iblis gunakan untuk membuat iman kita gugur, tetapi dengan perisai
iman yang terus-menerus kita aktifkan, maka iblis tidak akan pernah sanggup
menggugurkan iman kita apalagi merampasnya. II Samuel 1:17-27, merupakan
rangkaian nyanyian Daud tentang pahlawan Israel yang gugur dalam peperangan.
Salah satu dari sekian banyak pahlawan yang diratapi Daud adalah Saul, ayat 21.
Dari ratapan Daud tentang Saul ini, kita dapat pelajari bahwa salah satu sebab
mengapa Saul gugur dalam Iman, adalah karena ia tidak mengaktifkan “perisai
imannya”. Iman yang digambarkan dengan perisai itu harus diaktifkan dengan
melumuri dengan minyak. Tetapi saul tidak melakukan hal ini, sehingga iapun
harus gugur dan mati dengan kehilangan iman kepada Allah.
2. II
Korintus 4:16,17,18
Selama kita hidup di
dunia sebagai perantauan, banyak hal bisa membuat kita menjadi tawar hati.
Tawar hati, pada akhrisnya menyebabkan seseorang kehilangan iman.
Bebarapa hal yang dapat membuat tawar hati antara lain:
a. Manusia
lahiriah merosot (ayat16)
Tidak sedikit anak
Tuhan yang karna fisiknya merosot, apakah itu karna penyakit atau berbagai
persoalan hidup yang lainnya, pada akhirnya orang tersebut sampai mengorbankan
bahkan menjual imanya.
b. Penderitaan
(ayat 17)
Tidak dapat disangkal
bahwa hidup ini tidak dapat dipisahkan penderitaan yang di timbulkan oleh
dunia. Setiap orang pasti menghadapi permasalahan. Masalah anak/isteri,
usaha/pekerjaan. Belum lagi menghadapi godaan, cobaan, ujian, tantangan, bahkan
1001 problema. Hendaknya hal tersebut jangan sampai merampas iman kita kepada
Yesus Kristus.
c. Hal
yang kelihatan (ayat18)
Yang dimaksud dengan
hal-hal yang kelihatan tidak lain adalah harta dunia. Selama kita hidup
didunia, kita membutuhkan harta dunia, kita membutuhkan harta dunia, sebagai
factor penunjang selama kita hidup di dunia ini. Harta dunia bukanlah tujuan
hidup, tetapi tujuan hidup kita adalah sesuatu yang untuk sakarang ini tidak
dapat kita lihat, yaitu “warisan”. Tetapi sangat disayangkan, tidak sedikit
orang yang telah kehilangan warisan hidup kekal yang tidak keliahatan itu,
hanya karena memburu yang kelihatan, yaitu kemewahan harta dunia dan
kesenangannya.
3. I
Timotius 1:19, 20
Untuk menjadi orang
yang memiliki warisan yang dijanjikan Allah, langkah pertama yang harus di
tempuhnya adalah percaya (iman) kepada Yesus Kristus. Tetapi mempertahankan
iman agar tidak kandas, bukanlah hal yang muda. Dalam hal ini, Rasul Paulus
menceritakan tentang beberapa oanggota jemaat yang dilayani imanya telah
kandas, yaitu Hemeneus dan Aleksander.
·
Mereka adalah orang-orang yang telah
percaya kepada Yesus.
·
Di dalam diri merka ada pengharapan
untuk menerima warisan yang di berikan Allah.
Tetapi
sangat disayangkan, dalam perjalanan keKristenannya, Himeneus dan Aleksander
telah “kandas imannya”. Orang yang imannya kandas, sudah barang tentu akan
kehilangan warisan, sebab warisan yang dijanjikan Allah, dipelihara Allah
berdasarkan iman kita. Kalau kita kuat dan teguh dalam iman sampai akhir, kita
berhak menerima warisan. Apakah yang dilakukan oleh Himeneus dan Aleksander,
sehingga dalam ayat 20 Paulus menyebut mereka sebagai orang yang menghujat dan
perlu diserahkan kepada iblis? Kita dapat hubungkan dengan beberapa ayat yang
juga ditulis oelh rasul Paulus tentang orangt-orang yang diserahkan kepada
iblis dan melakukan perbuatan tercela dikategorikan sebagai orang yang murtad.
a. I
Korintus 5:5
Ada anggota jemaat di
Korintus yang melakukan perbuatan tercela, yaitu hidup bersama dengan isteri
ayahnya (ibu tirinya), ayat 1. Tindakan yang harus dilakukan kepada orang
seperti itu adalah diserahkan kepada iblis dan dikeluarkan dari keanggotaan
jemaat. Karena perbuatan dan dosa yang dilakukan orang tersebut seperti ragi
yang akan menjalar kepada yang lainnya.
b. I
Timotius 4:1
Di akhir zama, ada anggota jemaat
yang menjadi murtad dan mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan. Ada
kemungkinan Himeneus dan Aleksander melakukan dosa yang sama sehingga ia tidak
segan melakukan tindakan penghujatan. Sebab Roh kudus tidak akan pernah
menginspirasikan seseorang untuk menghujat Yesus Kristus, sebaliknya, iblislah
yang mendorong seseorang untuk menghujat, I Korintus 12:3.
Kesimpulan
Agar kita tidak sampai kehilangan
warisan hidup yang kekal yang telah Allah sediakan bagi kita, tidak ada jalan
lain bagi kita untuk memelihara, apabila kita secara terus-menerus membuka hati
terhadap Firman Allah, sebab Firman Allah yang kita dengar akan membangkitkan
iman, Roma 10:7. Selain itu kita harus di penuhi oleh Roh Kudus, sebab Roh
Kudus tidak akan pernah menginspirasikan yang jelek tentang Kristus didalam
diri kita, sebaliknya Roh Kudus akan membangkitkan iman kita secara
terus-menerus kepada Yesus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar